Ran #Part2 Quazurk

Tak ada obrolan dengan pria yang sudah mengetahui namaku, namun sampai sekarang aku tak tahu siapa dia. Dia mempersilahkanku masuk dengan membukakan pintu, dan aku hanya melemparkan senyum terbaikku sebagai ucapan terimakasih.

Aku sudah membayangkan akan ada banyak cerita antara aku dan Janne, ketika aku memutuskan untuk menginap dirumahnya saat aku berada di Quazurk, karena cukup lama rentan waktu kami tak berjumpa, walaupun begitu, kami tak pernah absen untuk saling mengirimi kabar melalui email. Dan kabar terakhir darinya adalah pernikahan anak sulungnya dengan perempuan nebraska yang sangat anggun dan cantik. 1 bulan yang lalu.

Aku memasuki rumahnya, suasananya lebih hangat dari pada di luar, aku melepas mantel ku, dan menggantungkanya di dekat pintu, diluar dugaanku, rumah ini sangat sepi, hanya ada kita berdua.

“dimana Janne?” tanya ku

“Besok aku akan mengantarmu bertemu dengannya, akan ku tunjukan kamarmu”

Dia masih memimpin langkah kami, dan dia membawaku ke lantai dua, dan menunjukan kamar yang sangat indah, kamar ini benar-benar dipersiapkan.

“ini terlalu berlebihan, kedatanganku pasti sangat merepotkan”

Dia menggeleng, dan  tersenyum, ini senyum pertama yang aku lihat darinya.

“istirahatlah sejenak, akan ku buatkan kopi untuk sekedar menghangatkan badan, oh ya kamar mandi ada di ujung lantai ini. jangan sungkan jika ada yang ingin kau tanyakan” di melihat jam tanganya.

“kopimu akan siap jam 10.45” di langsung berbalik meninggalkan kamar ini, tak luput dia menutup pintunya.

Aku sangat takjub. Janne benar-benar sangat direpotkan dengan kedatanganku, “oh Janne maafkan aku” aku merasa tak enak. Karena pada saat dia menginap di rumah kami di Fixie, Aku tak memperlakukannya sebaik ini.

Aku tak merasa lelah, aku berkeliling di kamar yang berbentuk trapesium, denga langit-langit bersudutkan 45◦. Kamar ini persis seperti yang ia ceritakan. “jadi ini kamarmu saat kau kecil Jene?” aku berbicara seakan dia ada disini.

Satu-satunya kamar perempuan di rumah ini, kedua anaknya adalah laki-laki. Yang aku tahu adalah Hanry yang baru saja menikah sebulan lalu, dan satu lagi, mungkin pria yang mengantarku tadi. Namun Janne tak pernah mau menyebutkan nama anak bontotnya, dia bilang akan memberitahuku jika aku bertemu denganya nanti. Dia bilang nama anaknya yang kedua akan membuatku kaget. Dan dia menepati janjinya, dia tak peranah mau memberitahuku walau aku memaksa dan memancingnya.

Dan rasa penasaranku akan terjawab sebentar lagi.

Ruangan ini sangat cantik. Di dinding dekat jendela sudah layaknya sebuah pameran foto. Dinding bagian ini dipenuhi oleh foto  dari berbagai masa. Keluarga ini sangat bahagia, tercermin dari fotonya. Terkaget, aku melihat fotoku dengan Janne saat di Fixie, dan ada sebuah surat di depan frame foto kami. Aku tersenyum.

Dan jika aku boleh bercerita di sudut kamar ini ada banyak boneka hewan dan berbagai mainan. Aku rasa Janne menyimpan masa kecilnya dan anak- anaknya di kamar ini. aku merasa aku sedang berada dirumahku sendiri. Aku merasa bahwa aku pulang. sangat nyaman. Tak sabar aku ingin bertemu  dengannya esok.

+++

Aku merebahkan badan setelah urusan bersih-bersih selesai, sedikit merilekskan badan, bukan karena kelelahan di hari pertama petualanganku, namun dengan semua kejadian darurat kota di malam ini.

Aku melirik jam dinding yang tak henti berdetak, 10.30 aku memutuskan untuk langsung kebawah, menemuinya. Iya aku tak bisa menyebutkan namanya sampai saat ini.

Dari anak tangga ini aku bisa melihatnya duduk bersandar di sofa yang menghadap tv, dan tak jauh dari ruang tv, sebuah penyaring kopi tengah berusaha meneteskan sari kopi dengan kepulan asap diatasnya. Dia melirik ku, sepertinya langkahku dengan mudah di deteksi olehnya. Aku pergi menghampirinya. Dan dia terbangun.

Dia mematikan tv, dan pergi ke meja makan. Disana sudah ada berbagai cookies yang akan menemani kopi kami malam ini.

Aku duduk tepat di depannya, dia menyodorkan kopi, dan segelas air putih. Aku kaget.

“bagaimana kau tahu?” tanyaku tiba-tiba. Ini adalah kebiasaanku dimana aku butuh segelas air putih untuk segelas kopi.

“janne yang memberi tahuku. Pasti kau kaget, dengan berbagai keributan di kota ini di hari pertamamu?”

Aku menggeleng setelah mnyerudup kopi pertamaku dirumah ini.

“justru aku merasa berutung bisa dianugerahi situasi kota seperti ini. terkadang hal yang tidak direncanakan dalam sebuah perjalanan, itu lebih menyenangkan, dan bagaimanapun itu. Hal itu akan sulit ditemui, karena takdir yang mempertemukan seseorang dengan kejadian-kejadian seperti kebakaran tadi.”

Dia hanya tersenyum, dan mungkin berfikir aku ini aneh.

“ekhem,, sorry ada banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan”

“silahkan”

“bagaimana kau tahu kalau aku ada disana?”

“kota ini sangat kecil, kejadian kebakaran itu bisa dengan cepat diketahui oleh semua warga Quazurk, temasuk aku. Yang aku tahu dari email yang kau kirim pada Janne, kau akan berkeliling kota, dan akan datang kesini esok hari. Sebenarnya aku sudah mengikutimu sejak kau sampai di bandara. Mungkin kau tak curiga. Aku hanya bemodalkan foto untuk mengetahui mu. Janne memintaku untuk menjagamu disini. Jadi aku harus tahu orang yang akan aku temani selama 4 hari di kota ini. jadi aku memutuskan untuk observasi mengenai gaya travelling seperti apa yang kau lakukan. Selain informasi dari Janne, aku ingin memastikannya secara langsung. Bukankan seseorang akan terlihat kepribadiannya ketika dia sendirian?”

Aku mengiyakan. “jadi pada saat kejadian kebakaran itupun kau ada disana?, itu kelemahanku, aku tak terlalu memperhatikan orang disekitar ku, sehingga aku tak curiga sama sekali. Harusnya aku mengenalimu dari awal, mohon maaf”

Dia menggelang. Mengisyaratkan tidak usah minta maaf. Perbincangan kami malam itu lumayan panjang. Walau yang lebih banyak bercerita adalah aku, dia begitu antusias menjawab berbagai pertanyaanku dan mendengarkan berbagai ceritaku. Sampai pukul 2.00 am, selain bercerita kami merencakan perjalanan kami selama 4 hari kedepan. karena terlalu bersemangat bercerita dengannya, aku sampai lupa menanyakan siapa nama pria hangat ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s